Friday, January 6, 2012

Tips Perawatan dan Pemeliharaan Rantai Kendaraan

Tips Perawatan dan Pemeliharaan Rantai Kendaraan

Rantai salah satu alat bantu penerus daya dari mesin ke roda, besar daya yang dihasilkan roda akan akan tergantung pada kondisi rantai, daya yang di teruskan ke roda akan berkurang hingga 13%, contoh : kecepatan kendaraan sebelumnya dengan Gas penuh dapat mencapai 115 km/jam, disaat kondisi rantai kotor dapat mencapai 100 km/jam saja. Efek yang dirasakan oleh kendaraan akan menjadi berat, mesin bekerja dengan putaran tinggi tetapi tenaga yang keluar tidak maksimal. Dan akan memperpendek umur rantai Beberapa potensi penyebab berkurangnya kinerja rantai sebagai berikut;
  1. Settingan rantai terlalu kencang/ tegang, sehingga gesekan pada roller lebih tinggi, sehingga daya yang diteruskan terserap oleh gesekan tersebut salah satu indikator rantai terlalu kencang, rantai menjadi panas.
  2. Rantai dalam kondisi kotor penuh dengan debu yang sudah lengket pada Plate di bagian kiri dan kanan rantai, sehingga gesekan yang terjadi lebih tinggi, kondisi kotor berat rantai akan menjadi bertambah.
  3. Rantai Kering dan berkarat /tidak berpelumas, hal ini dapat terjadi setelah kendaran di cuci, biasaanya rantai dicuci dengan air bertekanan untuk memberihkan rantai dari kotoran tetapi setelah di cuci tidak diberikan pelumas pada roller dan plate bagian kiri dan kanan, atau dapat terjadi saat kita telah melewati ait tergenang/ banjir, sehingga pelumas yang menempel pada rantai terbuang di air banjir tersebut. Oleh karena itu untuk menghindari masalah di atas rantai harus dirawat agat umur fungsi rantai sebagai penerus daya dapat terjaga dan berumur panjang, kondisi rantai yang terawat baik akan ber umur hingga 2-3 tahun.
Hal yang perlu dilakukan sebagai berikut;
  1. Settinggan teggangan rantai di atur agar tidak terlalu tegang, menurut salah satu manual Book, kondisi rantai harus dapat melambai/ kendur dan jika ditekan menggunakan tangan tidak lebih dari 2 cm, jika lebih dari 2 cm artinya ratai tersebut kendur dan perlu di setting ulang. jika setinggan rantai terlalu longgar akan terdengar berisik dan terjadi hentakan saat perpindahan gigi transmisi dan resiko terakhir rantai keluar dari gear/meleset
  2. Frekwensi pembersihan rantai dapat di atur dilihat dari kondisi pemakaian kendaraan jika setelah kondisi hujan sebaiknya maksimal 1x seminggu, jika kondisi Panas bisa sampai 2-3 minggu untuk di bersihkan. menggunakan minyak tanah atau bensin atau solar. dengan kondisi rantai tidak dilepas dari gear &bila diperlukan Pencucian total sebaiknya rantai dilepas dari gear dan direndam dalam solar dan di bersihkan menggunakan kuas dengan frekwensi pencucian setiap 6 bulan)
  3. Rantai sebaiknya di cuci tidak menggunakan detergen karena akan mempercepat terjadinya karat jika sudah kering.
  4. Setelah dibersihkan jangan lupa selalu diberikan pelumas, pelumas yang direkomendasikan pabrikan motor dengan oli SAE 10, lebih encer dibanding SAE 30 atau SAE 40, jika menggunakan oli yang kental memang akan sedikit lebih lama melumasi tetapi dapat meyerap debu lebih banyak, atau alternatif pelumas adalah menggunakan Chain lube, frekwensi pemberian pelumas 2 -3 minggu sekali atau setelah menempuh perjalanan 1000 - 2000 km
Hal diatas dilakukan oleh saya hampir 6 tahun terakhir dan hasilnya baik rantai cukup awet dan perjalanan kita tidak terganggu karena rantai lepas dan kecepatan kendaraan tetap yahuuud,
Tips sederhana ini semoga bermanfaat .

0 comments:

Post a Comment