Saturday, November 12, 2022

Filler Cap

 Radiator Cap















Radiator cap atau Tutup  yang digunakan untuk mengendalikan temperatur dan tekanan uap dalam radiator, banyak jenis model yang dapat ditemui di pasaran tetapi yang sering dijumpai di pasaran  tergatung dari design pabrikan radiator cap, tetapi secara visual dapat dibedakan berdasarkan diameter  dan tinggi kedalam cap/ Height of Pressure Valve, tergantung desgin Filler neck radiator, Istiah  penyebutan mungkin berbeda-beda, yang dapat saya ketahui  dibedakan dalam 3jenis model Radiator cap sebagai berikut;
  1. Model micro, Diameter1 1/8"
  2. Model Small Diamater1/1/8 "
  3. Model Medium Diameter cap 1/1/2 "
Setiap model memiliki beberapa standar tekanan
  • 0.9 kg/cm² ± 0.15 kg/cm² atau 88 kPa
  • 1.1.Kg/cm² ± 0.15 kg/cm²

Untuk Radiator yang memiliki tekanan lebih Tinggi seperti 2.2 kg/cm² atau 2.5 kg/cm², serperti yang digunakan oleh mobil kendaraan yang berkapasitas besar, biasanya menggunakan special cap.

Radiaor memiliki 2 katup/ positive Pressure dan negative Pressure / vacum pressure

Fungsi Radiator cap adalah sebagai pengatur tekanan uap yang ada dalam radiator, contoh jika kita menggunakan cap 0.9 kg/cm² ± 0.15 kg/cm² atau 0.75 - 1.05 kg/cm ², jika tekanan uap melebihi 1.05 maka katup tekanan positif / Pressure Valve akan membuka dan membuang tekanan uap keluar melalui over flow pipe dan disimpan dalam reservoir ( Fungsi reservoir untuk mengkondesasi uap air menjadi air sekaligus penampungan uap air)
Dan ketika radiator mulai dingin maka tekanan dalam radiator akan berkurang (vacum pressure) dan jika kurang dari 0.02-0.05kg/cm² maka katup negatif /Vacum pressure valve radiator cap akan membuka  dan menghisap air yang ada di reservoir

Hal yang perlu diperhatikan adalah jika cap sudah tidak standar atau salah memilih jenis tekanan cap seperti;
  1. Jika memilih tekanan cap  terlalu besar dari standar pabrikan/ OEM,  maka disaat tekanan dalam radiator akan berlebih/ over pressure, dan akan berdampak radiator mudah bocor
  2. Jika memilih tekanan cap yang lebih rendah  dari standar pabrikan/ OEM, maka tekanan uap dalam radiator akan mudah keluar  sehingga air radiator akan cepat habis sehingga mesin akan Over heat dan radiator rusak/ melengkung dan bocor.
    Penggantian Radiator sebaiknya dilakukan secara periodik, ketika kita sudah mulai mengetahui air sering berkurang sebaiknya Radiator Cap diganti karena karet katup akan menjadi kaku dan pecah dan diameter membesar seiring dengan waktu pemakaian akibat fluktuasi panas dan dingin air radiator dan kondisi air yang digunakan

    Contoh antara Cap OK dan NG/No Good.








    Demikian , semoga informasi ini bermanfaat...

    0 comments:

    Post a Comment