Saturday, November 12, 2022

Radiator

 



Radiator merupakan alat yang sangat penting perannya untuk kendaraan bermotor, yang menggunakan motor bakar (internal combustion). Radiator bertugas untuk mendinginkan air pendingin (water coolant) dari engine dan mengendalikan temperatur mesin agar sesuai dengan temperatur kerja mesin. range temperature kerja  yang dikendalikan pada radiator pada 80 - 95ºC

Siklus pendinginan mesin kendaraan






 

Cara kerja Radiator sebagai berikut;
Pertama Air panas masuk ke radiator  melalui pipa Inlet yang ada pada tank, dan air mengalir melalui tube yang menghubungkan tank atas dan tank bawah, dan tank mengalirkan ke pipa outlet. proses perpindahan panas/pertukaran panas terjadi pada sepanjang tube, air panas yang mengalir pada tube memberikan panas pada fin/ sirip sirip yang menempel pada tube.(mengeluarkan panas melalui fin) dan fin memberikan panas melalui udara sekitar radiator. Proses perpindahan panas dari tube ke fin dan dan fin ke udara sekitarnya di sebut juga proses radiasi, oleh karena itu alat tersebut dapat disebut juga radiator
Radiator dapat dibedakan berdasarkan jenis alirannya.
  • Down Flow/ Aliran Air dari tank atas menuju tank bawah
  • Cross Flow/  Jenis aliran melintang dari tank kiri menuju tank kanan, atau sebaliknya dari kanan ke kiri. (lihat Posisi Inlet pipe, untuk membedakannya posisi inlet pipe selalu lebih tinggi dari outlet pipe)



Radiator dibedakan berdasarkan material seperti;
  1. Radiator Copper Brass (terbuat dari material tembaga dan kuningan)
  2. Radiator Copper Plastic (core terbuat dari material tembaga dan tank Plastic)
  3. Radiator Aluminium Plastic (Core terbuat dari Aluminium dan tank terbuat dari material Plastic)
  4. Radiator All Alluminium ( Semua material radiator terbuat dari Aluminium)
Trend masa depan  radiator beralih ke material aluminium, karena pertimbangan harga material yang lebih murah tetapi memiliki kemampuan transfer energi panas yang baik dan masa yang ringan.
Karena di Iindonesia masih banyak jenis kendaraan yang menggunakan radiator Copper Brass (tembaga-kuningan), dan jika pengguna beralih kemobil baru dengan menggunakan radiator aluminium  maka pengguna perlu mengubah prilaku perawatannya. Karena radiator aluminium memerlukan perlakuan yang berbeda karena lebih sensitif terhadap larutan kimia aktif, material aluminium bersifat reaktif.

Hal yang penting untuk menjaga kondisi radiator alumuium  adalah dengan melakukan perawatan dan penggunaan coolant dengan benar agar umur pakai radiator lebih lama sebagai berikut;
  • Pastikan Radiator diperiksa setiap periodik waktu tertentu, untuk memastikan kondisi penampilan permukaan radiator tetap siap pakai seperti, periksa kondisi sambungan selang dan selang retak atau tidak, kondisi jumlah air, kondisi tutup radiator/ radiator Cap, kondisi fin / sirip radiator, dll.
  • Pastikan Coolant yang dipakai sesuai dengan rekomendasi dari pabrikan kendaraan.
  • Pastikan penggunaan Coolant tidak tidak di campur dengan merek yang tidak sejenis, karena tiap pabrikan coolant memiliki kandungan kimia yang berbeda, dikhawatirkan jika di campurkan akan membentuk kandungan yang akan saling menetralisir kandungan kimia pelindung radiator alumuium. Jika tidak tahu merek sebelumnya lebih baik di kuras/ flushing kemudian diganti dengan yang  water coolant yang baru.
Tube aluminium radiator bagian dalam biasanya dilapisi  oleh water clad, dimana lapisan tersebut menjaga agar tidak terkorosi, namun jika water clad ini rusak maka proses korosi akan sangat cepat terjadi karena aluminium adalah logam yang sangat reaktif.
Untuk radiator tembaga-kuningan (Copper Brass) untuk penggantian water coolant tidak begitu diperhatikan karena material Copper Brass sangat toleran terhadap kualitas air pendingan.         

  • Perhatikan perbandingan konsentrasi campuran water coolant an air, yang ada pada botol, Contoh ada perbandingan 50:50  aritinya water coolant 50% : air 50% ada juga yang tanpa di campur air. Karena kandungan coolant sudah di campur oleh pabrikan coolant. Water coolant memiliki kandungan ethylene glicol yang memiliki kemampuan penguapan lebih tinggi dari air artinya tidak akan mudah menguap pada temperatur 100 ºC, karena titik didih Ethylene Glycol pada 197.3 ºC dan flash point, bahan mudah menguap di atas 111 ºC
  • Air yang digunakan untuk campuran lebih baik air murni atau air suling atau demineralisasi water , air hujan direkomendasikan, jangan menggunakan air sembarangan, kandungan kimia yang tinggi. Seperti garam akan cepat merusak material aluminium. Periksa isi air pendingin pada waktu tertentu, karena jika terjadi penguapan kondisi etylene glicol akan memburuk dan sifatnya akan menjadi asam, dan sifat asam akan merusk lapisan oksida  alumuium/ water clad dan menyebabkan korosi.
  • Pastikan Sirip/ fin radiator tidak banyak tertutup debu atau kotoran, karena jumlah debu yang menutupi radiator akan mempengaruhi kemampuan radiator untuk mentranfer panas. sebaiknya dibersihkan dengan menyemprotkan air ke arah Sirip/ Fin, jangan menggunakan tekanan air yang tinggi karena akan menyebabkan jendela pada fin rusak dan akan mempengaruhi kemampuan heat transfer.
  • Radiator cap/ tutup radiator juga perlu di check lihat artikel sebelumnya.

0 comments:

Post a Comment