Curug Cikenteh 1 title

Curug Cikanteh, Sukabumi.

Bukit Panenjoan, Sukabumi

Panenjoan , Wisata sukabumi

Wisata Dieng

Telaga Warna, Dieng

Wisata Curug Sodong

Wisata Curug Sodong, Sukabumi.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Showing posts with label Vespa Tips. Show all posts
Showing posts with label Vespa Tips. Show all posts

Friday, December 11, 2015

Gigi transmisi sering pindah ke gigi netral (0)

Perseneling, atau posisi gigi transmisi sering berubah dari gigi 2 ke gigi 3 dengan sendirinya, terutama saat akan masuk putaran mesin lebih tinggi. dan atau saat kopling ditekan (belum pindah gigi)
Kondisi ini di sebabkan pengatur gigi perseneling/gear selector yang posisinya di bawah blower as nya sudah aus, sehingga disaat menerima torsi  mudah bergerak, seharusnya tidak dapat bergerak karena ada stopernya, kecuali kalau di tarik oleh kabel perseneling
Cara memperbaiki kondisi ini denga mengganti bak peeseneleng/ pengatur posisi gigi transmisi 1 set
Cara melakukannya
1.Buka tutup Bak perseneleng, dengancara membuka tutup blower magnet/ fly wheel
2. Lepaskan ke-2  kabel perseneleng
3. Lepaskan  ke-2 baut m8 yang mengikat bak perseneleng.
4. Ganti gasket jika diperlukan, karena jika sobek atau tidak rata akan mudah oli bocor/ menetes.
5. Pasang kembali bak perseneleng
6. Pasang ke-2 baut m8
7. Pasang ke-2 kabel transmisi, hati hati tertukar karena akan menyebabkan perpindahan gigi menjadi terbalik
8. Tutup kembali bak perseneleng// gear selector
Demikian share kali ini moga bermanfaat

Sunday, October 4, 2015

Cara Setting Platina Vespa

  • Posisikan Gigi Netral (0), lepaskan karen penutup  pada rotor blower, dan putar  smapi platina ( contact breaker terlihat) langsung pada lubang Fly wheel Blower.
  • Pada posisi  yang terlihat pada gambar  harus memiliki jarak  antara kern / dudukan Spool/ coil terhadap titik acuan pada body ( tanda yang di bentuk oleh pabrikan)  jarak terbentuk 2 sampai 4 mm. 
         (Jika di perlukan jalankan/ nyalakan scooter dan lihat percikan api yang timbul pada contact breaker/ platina.
 
 
  • Putar Rotor / Fly Wheel menggunakan tangan dan perhatikan celah platina maximum terbuka antar 0.3 sampai 0.5 mm, biasanya saya menggunakan kertas kotak korek apisebagai ganjal untuk membatasi celah.
  • Bila kondisi kontak point Platina sesuai  no 2 dan 3 di atas tidak terlihat, buka screw B dan putar Cam (C), sampai kondisi sesuai point 2 di atas tercapai.  pastikan setelah di setting, kencangkan ulang screw B,

Tag;

Cara Setting Platina, tips cara setting platina, cara nyetel Platina, Platinasetel platina
Vespa mogok, vespa mbrebet, Platina Vespa, cara setting Platina Vespa.

Saturday, October 3, 2015

Cara Merawat Vespa Super Menurut Manual Book


Ketika Scooter sulit di hidupkan,  Periksa Busi/ spark Plug;
  1. Bersihkan busi menggankan sikat kawat atau ampelas, atur gap elektroda 0.6 mm, periksa keramik/ porcelain insulator, jika retak ganti busi. bersihkan menggunakan  bensin/ gasoline, { kalau saya menggunakan Carb jet Cleaner}
Yang harus dilakukan setiap 4000 km atau 2400 miles
  1. Periksa ketinggian oli Gear/ Oil Gear, tambah jika kurang, Jenis Oli  SAE 30
  2. Periksa dan bersihkan Besin (kepala silinder. cylinder Head, kepala piston, dan lubang masuk bahan bakar pada silinder/ silinder port), Pastikan tidak ada kerak/ sisa kotoran bahan bakar/ residual deposits, bersihkan menggunakan  sikat kawat ( kalau saya menggunakan kalau saya menggunakan Carb jet Cleaner mudian di ampelas)
  3.  Berikan Grease pada nipple speedo meter,  handle transmisi (setang kiri) dan brake lever, tuas rem ( posisi di tromol bagian luar) dan pemilih gigi transmisi (gear selector)
Yang harus dilakukan setiap 8000 Km atau 4800 miles

  1. Ganti Oli  transmisi / Gear Box, Jenis Oli SAE 30
  2. Lumasi kabel Control ( Rem, kopling dan pemindah gigi transmisi)
  3. dan lumasi cam pada bagian dalam Blower / Felt lubricating on Flywheel ( ini untuk mengurangi gesekan  antara Kaki platina dengan Cam penggerak platina. jika sudah di modifikasi menggunakan CDI tidak perlu dilakukan karena sudah tidak berfungsi
 
  1. Bersihkan , jika di perlukan, reset ulang platina/ contact breaker ( lihat gambar), untuk menghindari kerusakan atau kegagalan dalam pembakaran  saat scooter dinyakan, lebih baik konsultasikan dengan bengkel saat menjalankannya.
 Demikian kutipan dari buku manual Vespa Super

For picture taken from manual Book Vespa, Courtesy by www.scooterhelp.com

 Tags :
perawatan Vespa, maintenance Vespa, ganti oli, kabel rem, kabel rem vespa, manual Book Vespa, pelumasan vespa , Buku panduan vespa, kabel kopling, kopling vespa, ganti busi vespa, spark plug vespa, busi rusak, busi mati, busi retak, perawatan berkala vespa. Rawat Vespa, cara merawat Vespa,











Thursday, September 24, 2015

Tanda tanda kematian CDI

Tanda tanda CDI akan mati / CDI rusak perlu diketahui lebih dini, karena bila tidak di antisipasi dari awal bisa jadi kita akan mendorong Vespa kita, seperti saya he he he...
 Gejala / tanda - CDi akan mati, Motor hanya bisa nyala pada putaran /rpm rendah di bawah Stationer/ idle, jika di tambah gas/ buka throtle motor akan segera mati, karena hanya mampu menghasilkan energi listrik yang tinggi sehingga tidak mampu membakar bahan bakar yang masuk.

Ceritanya senang dengan experimen  modifikasi system pengapian model platina menjadi system CDI. Mulai dari menggulung spool dan merangkai system hingga jalan,

Selalu merasa tidak puas tenaga mesin terasa kurang, trus ditambah gulungan dari 10 volt truss naik 20 volt, trus naik 30 volt, dan cita citanya sampai 40 volt... Tetapi kelihatannya, kenaikan voltase sangat berpengaruh pada kapasitas Input CDI, selama di pakai normal tidak masalah tetapi ketika di geber > 100 kpj lebih mulai terasa kurang bertenaga,

Hal ini kalau dibiarkan diajak ngebut dengan kondisi itu bisa ngedorong Vespa
Di check ulang output spul yg di hasilkan 28 volt pada tegangan jepit. Tahanan spool 500 ohm, jadi Arus yang mengalir adalah 28/500 ohm = 0.056 Amp

Untuk menjaga kestabilan tegangan yang masuk ke CDI  saya target kan 25 volt saja yang masuk ke CDI dan arus yang masuk di jaga pada 0.056 Ampere , jadi tinggal hitung Tahanan yang di perlukan maka;
R = E1/ I

R = 5.6 Volt/ 0.056 A = 50 Ohm


Maka; 
 E Tot = E1 + E2

 E2=ETot - E1

28 volt - 5.6 volt = 22.6 Volt pada putaran stationer (idle)

Tegangan yang di tahan 5.6 volt,
Jadi tahan yang dibutuhkan adalah 50 ohm
Akan menahan tegangan hingga 22.6 Volt
Tahanan di pasang pada kabel sebelum Masuk ke CDI

Test Lagi dan coba geber lagi dan اَÙ„ْØ­َÙ…ْدُ Ù„ِÙ„َّÙ‡ِ رَبِّ الْـعَالَÙ…ِÙŠْـن, tidak ada masalah , dan kembali ke Track...
Semoga bermanfaat...



Saturday, March 28, 2015

Coil Bracket Patah

Scooter anda tersendat sendat...?
Gejala scooter anda tersendat sendat/ Brebet, enaknya cuma di bawa pelan tapi kalau di ajak lari/ ngebut tidak bisa..
Biasanya gejala itu karena voltase listrik kurang sehingga masukan  bahan bakar keruang bakar tidak bisa di bakar dengan sempurna.
Bahan bakar tidak bisa dibakar, ada masalah di kelistrikan, yang perlu di check  coil. 
Karakteristik coil rusak akan memberikan gejala seperti di atas, jika throtle / gas di buka lebih besar akan brebet dan mungkin akan mati,  jika throtle/ gas dibuka sedikit mesin akan berjalan baik tapi sangat pelan.

contoh berbeda juga saya alamibracket coil hampir lepas karena sebelumnya retak tapi tidak terdeteksi, sehingga suply negative/ ground kurang terhadap coil, sehingga fungsi coil untuk menaikan voltasetidak bekerja dengan baik.




Perbaikannya di las ulang bracketnya atau kalau punya cadangan di ganti dahulu dengan yang baru

 
Tags:
Mbrebet, brebet, Mesin cepat panas, mesin tidak bisa lari, brebet di putaran atas,   Vespa mogok, Vespa can not run, Scooter mogok, scooter Vespa,



scooter, vespa, Coil vespa, coil

Saturday, March 7, 2015

Scooter Appearance Improvement

Today I have changed my scooter seat, from double seat to single seat, it made for a refreshing change it appearance. that was seemed in college. Check it out picture

Tags;

Tuesday, March 3, 2015

Perawatan Berkala Fast Moving Part Scooter Vespa


Maintenance/ pemeliharaan Sooter Vespa perlu dilakukan secara berkala agar umur pakai scooter lebih lama, apa lagi sudah termasuk barang langka, khan sayang kalau diterlantarkan.
Bagian bagian komponen yang perlu dilakukan perawatan adalah bagian yang sering bergerak, karena dengan sering bergerak artinya ada komponen akan aus karena pemakaian. (Fast Moving Part)

Komponen tersebut antaralain,
  • Pusher Kopling/ Brass Pusher Clutch
Pusher brass, terbuat dari material Kuningan yang lunak, fungsinya untuk meneruskan tekan tuas kepada kopling. saat menekan, atau sering menekan Kopling itulah gesekan terjadi sehingga lama lama pusher tersebut akan habis/ menjadi pendek  dan kopling perlu di stel kembali agar penekanan lebih baik. dan mudah oper gigi transmisi.



  • Kabel Coupling/ Clutch Cable dan kabel perseneleng/ transmisi
Kabel Kopling perlu pelumasan, disaat pelumasan kering dalam selang, akan mengakibatkan gesekan kabel dan selang kabel menjadi besar, dan saat itu menekan kopling menjadi berat, jika sering seperti itu umur kabel menjadi pendek, dan biasanya timah akan lepas atau kabel kopling mulai putus.




  • Coupling /Clutch
 Clutch / kampas kopling, merupakan komponen penerus daya dari scooter, fungsi kopling untuk mengurangi putaran mesin dan mengurangi hentakan saat akan dilakukan perganyian gigi transmisi/ perseneleng. Kopling akan cepat aus disaat terjadi torsi yang besar seperti saat akan mulai jalan  dan menemui tanjakan, putaran mesin akan semakin tinggi tetapi daya yang diteruskan berkurang, saat itulah kopling mulai aus.
  • Piston
Piston merupakan jantung pacu dari semua kendaraan, umur piston akan berkurang ketika terjadi gesekan yang besar antara piston dan dinding silinder ketika kurang banyaknya pelumasan. dengan pemakaian yang normal umur piston  masih bisa di pacu  hingga 10 - 15 tahun, vespa saya selama 13 tahun baru sekali ganti piston, dan itu pun karena pembakaran yang kurang baik, sehingga gesekan sangat besar dan mengakibatkan piston macet.

  • Busi
Elektroda Busi perlu dibersihkan dari kerak agar tidak cepat mati, semakin tebal kerak/ kotoran pada busi artinya perlu energi listrik yang tinggi untuk dapat memercikan api ke ruang bakar/ Sparkling.
Caranya bersihkan / disikat menggunakan sikat kawat.

  • Sepatu rem/ Brake Shoe
Merupakan komponen Safety untuk menghentikan laju Scooter, disaat pengereman terjadi gesekan yang besar untuk menahan torsi roda, sehingga berjalnnya waktu keausan sepatu rem terjadi maka harus segera di ganti, mengingat fungsinya sangat vital sebaiknya segera diganti disaat stelan rem mulai habis.
  • Bushing Cam Blower
 Bushing Cam merupakan Bushing  untuk dudukan Blower, dan untuk motor yang meggunakan Platina, Bushing ini sangat Vital karena Cam yang ada pada sisi bagian dalam memegang peranan Triger pemutus arus dengan cara menekan platina supaya kontak dan tidak kontak, ketika camnya habis maka platina tidak akan bergerak, artinya scooter dijamin tidak akan hidup, dan di setel sehebat apapun teknisinya tidak akan hidup.
Itu pula yang membuat scooter saya tidur cukup lama, walau pun diganti  jika komponen tersebut posisi camnya tidak presisi maka posisi pembakaran tidak sempurna.
dan Alhamdulillah setelah modif hilang masalah dan bawaanya pengen ngacir truss.

Demikian semoga bermanfaat.

Saturday, February 28, 2015

Perawatan Rutin Vespa

Untuk jenis perawatan perlu dibagu 2 kategori
Perawatan rutin untuk kebersihan dan pelumasan
Perawatan penggantian komponen fast moving

Perawatan rutin kebersihan dan pelumasan seperti:
  1. Kebersihan karburator
Sistem pada karburator yang harus di bersihkan adalah
Saringan udara, area penampungan bensin sementara, pilot jet, difuser/ mixer
Cuci menggunakan bensin atau menggunakan carbjet cleaner, kotoran akan terangkat dengan sendirinya,
Frekwensi penggantian berkala busa 2 bukan sekali atau 2000 km, semakin sering semakin baik,
Ketika  bensin mulai terasa lebih boros, tarikan gas terasa berat ada baiknya mulai dibersihkan,
  1. 2. Ganti Oli mesin
Pergantian oli mesin wajib dilakukan secara periodik/ berkala, penurunan kualitas oli, viscositas dan kebersihan oli akan mempengaruhi keausan komponen dalam mesin.
Untuk penggantian normal bisa dilakukan tiap 2000 km, mungkin lebih 2000 km masih bisa di pakai tapi kita akan merasakan saat ganti perseneling agak lebih keras atau kadang susah masuk gigi

3. Pembersihan komponen, kampas rem, dan blok mesin/ sirip mesin 

3.1. Kampas rem depan  dan belakang perlu dibersihkan pada area kampas dan tromolnya,
Kotoran akan mempengaruhi kepakeman atau kepresisian pengereman.
Bayangkan kalau rem kurang pakem ayang akan terjadi jika di perlukan rem mendadak....
Gosok pakai sikat kawat atau pakai scotch brite.

3.2. Sirip silinder block,
Sirip perlu di bersihkan karena jika kotoran debu menumpuk akan mempengaruhi performance mesin, mesin cepat panas, tenaga kurang, bensin boros


 
3.3. Silinder head dan porting outerpipe
Ruang bakar adalah bagian penting dari jantung pacu kendaraan. Kerak sisa pembakaran akan berakumulasi dan menumpuk,
Seperti yang telah diketahui vespa termasuk sistem pembakaran 2 langkah/ 2 stroke dan sudah pasti harus menggunakan oli samping untuk pelumasan dinding silinder, prosesnya bisa di campur langsung dengan bensin atau ada juga yg di campur melalui karburator. Sisa oli yang tidak terbakar akan menempel dan menjadi kerak area ruang bakar pada silinder head.
Untuk pembakaran yang baik tidak akan banyak menumpuk dalam setahun, kalau pembakaran kurang baik  akan cepat menumpuk, bisa di lihat pada elektroda busi.
Cara membersih dapat dilakukan dengan menggosok gunakan ampelas atau sikat kuningan atau menggunakan scoch brite Kemudian di bersihkan pakai bensin, atau bokeh juga menggunakan carbjet cleaner.

4. Pelumasan Kabel perseneleng/transmisi dan kabel kopling
Pelumasan perlu dilakukan agar saat oper gigi lebih ringan dan menekan kopling lebih ringan
Demikian perawatan yang perlu dilakukan agar umur pakai scooter kesayangan kita.
Untuk perawatan penggantian fast moving part lihat di klik disini.




Tag:

Monday, March 10, 2014

Modifikasi Sistem Pengapian Platina ke Sistem Pengapian CDI Scooter Vespa


Perubahan Sistem pengapian ini di latar belakangi oleh mulai tidak stabilnya sistem pengapian Platina, Cam Original Blower mulai Aus, kemudian diganti dengan made in lokal, karena komponen Original sudah sangat jarang dipasaran dan sekalipun ada barang tersebut cukup mahal.

Fungsi Cam adalah sebagai triger penggerak Platina untuk memutuskan kontak arus listrik sehingga membentuk pulsa arus listrik

Nah...,Hal yang perlu disiapkan untuk penggantian sistem pengapian Platina ke CDI untuk Scooter Vespa adalah;
  • CDI Yamaha RX king
 Pemilihan CDI Yamaha RX King karena sama sama mesin jenis 2 Tak/ langkah dan Jenis Arus AC, dengan harapan Larinya sekencang RX King, Harga Origina per Desember 13, Rp. 90,000

  • Pulser CDI
 Dipilih Pulser CDI yamaha Model RX S,   Tugas Spool Pulser untuk menggantikan Platina sebagai pembentuk Pulsa arus  listrik, menjadi triger pengatur waktu pengapian, buat dudukan pulser CDI/ Bracket pulser , hal yang perlu diperhatikan adalah, Posisi harus kuat dan stabil ( tidak mudah bergerak), jika bergerak maka akan membentuk percikan api yang tidak stabil, jarak kern pulser terhadap magnet harus cukup rapat 0.5 - 1 mm, agar induksi lebih baik, jika lebih dari 1mm pulser tidak dapat membangkitkan pulsa terhadap CDI dan tidak dapat memercikan arus listrik pada coil.
Harga Rp. 35000
  • Buat dudukan Pulser/ Bracket Pulser
Fungsinya Bracket Pulser untuk mendudukan Pulser agar stabil pada Posisinya, karena jika tidak stabil akan menyebabkan posisi titik nya bergeser efeknya pembakaran tidak sempurna, motor meledak ledak karena bensin tidak terbakar.


  • Modifikasi Spool untuk CDI/
Istilah Spool/ Spul / kumparan kawat merupakan kawat yang di gulung/ dililitkan pada kern ( tumpukan plate),dimana spool merupakan alat bantu untuk mengkonversi Induksi medan magnet menjadi gaya gerak listrik, atau generator listrik,

 Dari hasil pengamatan trial yang saya lakukan untuk standar platina untuk putaran rendah 3 putaran /detik (satu kali kick starter akan menghasilkan voltase 6-7 Volt, karena dibentuk dengan 120 lilitan kawat diamter 1.0 mm,
Sedangkan untuk CDI di butuhkan voltase listrik yang cukup besar, hasil trial saya dengan diameter kawat 0.45 mm dan jumlah lilitan 1800 lilitan menghasilkan 20 Volt untuk 3 putaran / detik, semakin tinggi putaran magnet/ mesin makan akan menghasilkan voltase yang tinggi.

dari hasil trial dengan 20 Volt mesin sudah menyala/ dapat jalan, tetapi kelihatannya masih kurang untuk mengasilkan power yang lebih, oleh karena itu target saya harus menaikan hingga 30 Volt dengan cara menyambung lilitan kawat. dengan perhitungan seperti dibawah ini.


lihat Teori medan magnet

E=N.dØ/dt

Perubahan Flux  terhadap Waktu akan menghasilkan gaya gerak listrik (E)

Flux magnetik (Ø) = B.A
Dimana;
E = Gaya Gerak listrik yang di timbulkan (Volt)
B = Induksi Medan Magnet (tesla)
A = Luas Kern (m²)
dt = Perubahan Waktu (detik)
N = Jumlah Lilitan kawat

Hasil Perhitungan untuk mencari Fluk magnet yang di perlukan, Berdasarkan data hasil Trial :
E = 20 Volt
A = 10 mm X 10 mm atau 0.01 m

(Ukuran Kern original 11 X 12 mm di perkecil jadi 10 X10 mm tujuannya agar jumlah lilitan bisa lebih banyak dan masuk pada area yang tersedia pada dudukan stator)

t = 1 detik
N = 1800 lilitan
20 Volt = (1800 x 0.01 (m²)B/ 1 detik

Maka induksi medan magnet yang dibutuhkan untuk menghasil kan 20 volt adalah
B =20 (Volt)/ (1800 x 0.01 (m²)B/ 1 (detik)
B =1.1 tesla


Jika kita meninginkan Output GGL 30 Volt maka jumlah lilitan yang di perlukan adalah;
30 Volt = N(0.01 (m²)1.11 (Tesla)/ 1 (detik)
N = 30 (Volt) /(0.01 (m²)1.11 (Tesla)/ 1 (detik)
N = 2.457 lilitan

 Untuk menambahkan gulungan kawat hingga 2450 lilitan hanya dengan Kern spool CDI tidak akan cukup untuk menampung gulungan kabel, caranya Spool CDI hanya menampung max 2150 lilitan dan sisanya dibagi 2 , 150 lilitan ditambahkan pada kern Spool lampu utama dan 150 kedua pada Kern lampu accesories.dengan sambungan model seri.

Hasil periksa menggunakan Avometer setelah di tambah gulunngan  nilai oupt listrik yang di hasilkan berada di 30 volt dan  benar membuktikan teori tersebut.

* informasi tambahan (14/05/14)
Saya sudah coba buat spool / kumparan baru dengan ukuran Kern 12 x 9 mm, dan menggunakan kawat 0.25 mm dengan jumlah kawat seperti hitungan di atas sekitar 2150 lilitan, menghasilkan tahanan 600 ohm dan menghasilkan votltasi 45 - 50 volt pada putaran 3 putaran /detik, atau 1 kali starter engkol. silahkan coba karena lebih efisien hanya menggunakan 1 kern dengan jumlah kawat yang lebih kecil dapat menghasilkan voltase yang besar dan 1 kern dapat menampung banya lilitan kawat.
  • Busi
Jenis busi/ Spark Plug disesuaikan dengan jenis pemakaian yang digunakan untuk RX king, karena kondisi sistem pengapian sudah berubah menggunakan CDI RX king, jika menggunakan Busi khusus vespa akan cepat mati karena memiliki hambatan yang besar jadi pembakaran kurang sempurna, busi cepat hitam dan jarak elektroda perlu rapat.

jika komponen sudah siap, mulai pasang pada bracket stator, seperti foto berikut;

posisi pulser menggantikan Posisi Platina lihat gambar berikut;
Posisi Pulser
Posisi Spool dan Kabel

  • Dioda IN4003


Masalah yang akan timbul saat mulai mengubungkan kabel lampu power motor mulai berkurang / tenaga ngedrop, hal ini masih dapat disiasati dengan menambahkan Dioda 1 ampere, untuk menyaring /filtering arus listrik yang masuk ke CDI , posisi pasang di kabel masa ke CDI, hati hati posisi jangan terbalik. jika terbalik CDI tidak akan menyala/ motor tidak akan jalan.




Sambungan kabel CDI

  1. Hitam-Merah (Input CDI)  hubungkan kabel ke Spool CDI (Spool jalan yang dimodifikasi/ gulung ulang lihat diatas)
  2. Putih- Hijau (input Pulser CDI) hubungkan ke Spool Pulser CDI
  3. Hitam   Hubungkan ke masa, Body Mesin
  4. Orange (Output CDI)  Hubungkan ke
  5. Hitam-putih  Hubungkan ke stop kontak (tujuannya untuk mem by Pass arus positif kebody mc agar mesin mati)


Berikut Foto mesin sebelum dan sesudah nyala


Setelah Starter menggunakan CDI RX King

Setelah dipasang Dioda,  kemudian sistem pencahayaan (lampu) dapat disambungkan ke masing masing terminal.

Kelebihan setelah menggunakan CDI, saat Starter mudah hidup, saat di gas Full throtle alamak gak nahan, ini cucok dengan selera ane ini motor bawaannya pengen ngacir saja, tarikan ringan

 Demikian semoga modifikasi saya share kan semoga menginspirasi bagi teman-teman  yang mau coba...





Tags;

Modifikasi Pengapian Platina, ganti platina, Platina, Scooter vespa, Ganti Platina ke CDI, cara hganti Platina ke CDI, Spul CDI, Buat Spul CDI, Spool CDI, How to change over Ignition system paltina to CDI, kumparan, induksi elektromagnetik, induction electromagnetic,induktor, gulungan kawat, lilitan kawat, CDI yamaha RX Kingpengapian


Sunday, September 22, 2013

Kenali Gejala Masalah Scooter Vespa Sendiri

Vespa merupakan kendaraan roda 2 model Scooter yang menggunakan mesin jenis 2 Langkah. yang masih menggunakan pelumasan tambahan Oli samping atau dicampur langsung ke tank bahan bakar.
bersamaan usia vespa potensi masalah yang akan terjadi perlu kenali lebih dini agar mudah mengenali gejala masalah dan memperbaikinya. sebelum mengenal potensi masalah, sebaiknya kenali Proses pembakaran, jenis campuran dan sirkuit pengapian kendaraan kita.

  • Langkah pertama kenali  Proses pembakaran pada Vespa, Prinsip pembakaran internal/ dalam silinder (internal Combustion process) akan terjadi jika terdapat 3 komponen, Ada udara, bahan bakar dan api, jika salah satu komponen tersebut tidak terpenuhi makan tidak akan terjadi pembakaran,

  • Kenali Jenis Campuran Bahan Bakar.
Campuran bahan bakar ideal berdasarkan jenis bahan bakar bensin (C8H18), perbadingan udara dan bahan bakar/Air Fuel Ratio(AFR) 14.7 (udara) : 1(bahan bakar),ada yang 15:1 ada juga yang yang 12.5:1
Contoh reaksi pembakan secara kimia, untuk 12.5 gram udara dan 1 gram bahan bakar





Maka dengan hasil pembakarankan akan menghasilkan jumlah Gas carbon 8 gram dan 9 gram uap air.
jika nilai jumlah udara lebih banyak 12.5 gram maka akan menjadikan jumlah bahan bakar menjadi lebih sedikit  maka  ini disebut jenis campuran miskin (lean mixture) dan jika jumlah udara lebih sedikt dari 12.5 gram artinya bahan bakar lebih banyak dari udara atau disebut campuran kaya (Rich Mixture).



 Pengaruh  campuran miskin,
Dapat terjadi pembakaran tetapi menghasilkan gas pembakaran yang sedikit, sehingga daya dorong piston kurang,(motor kurang bertenaga), mesin cepat panas karena Oil campuran pun terbakar habis mengakibatkan pelumasan berkurang.sehingga gesekan piston lebih banyak  dan akhirnya cepat aus. efek pada busi keramik terlihat warna coklat,

Pengaruh campuran kaya,
Akan sulit terjadi pembakaran, dapat terjadi pembakaran dengan awal starter lebih banyak, kondisi pembakaran tidak sempurna, akan menimbulkan banyak asap hitam dan keramik busi menjadi hitam karena deposite karbon. bahan bakar akan menjadi boros, dan terdapat ledakan pada knalpot/Exhaust.



Oleh karena itu perlu di perhatikan tabel Spuyer standar sebagai berikut(reference from Dellortoca );


  • Kenali Sirkuit pengapian Vespa,
Contoh pengapian Vespa Super 150 1979 yang saya miliki, Sistem pengapian terdiri dari, pembakit listrik  Spool run, Pemutus kontak listrik/ platina , Capasitor, Coil. kepala busi/ soket Busi, dan busi (Spark plug)
cara kerja sitem kelistrikan sebagai berikut;
Listrik 6 volt dibangkitkan oleh induksi magnetik pada blower, semakin tinggi putaran semakin tinggi gaya gerak listrik yang di bangkitkan, ujung kabel dari spool di hubungkan ke Platina (fungsinya untuk memutuskan alus listrik dan memberikan efek gelombang pulsa listrik) dan  capastior untuk menyimpan sementara dan menaikan jumlah ampere. ujung kabel capasitor di hubungkan ke Coil untuk menaikan jumlah Voltase dari 6 volt hingga 10. 000 Volt - 14.000 Volt dengan ampere yang sangat rendah.
ujung kabel Ouput Coil dihubungkan ke Soket busi/ Cop fungsinya hanya sebagai penghantar ke Busi, dan dengan voltase yang besar Busi dapat memercikan api dalam silinder.
Lihat sikuit diagram


Kenali potensi Masalah
  • Mesin cepat panas, hanya bisa pelan, tetapi saat digas mesin seperti macet,  kadang ada ledakan pada kenalpot/ exhaus. terdapat 2 potensi masalah bisa dari Oli kurang dan pengapian terganggu.
  1. Check oli mesin apah masih penuh, jika kurang akan menyebabkan putaran mesin menjadi berat karena gesekan antara komponen Gear menjadi lebih besar/ tidak ada pelumasan
  2. Periksa sitem pengapian, dengan cara menulusur sumber listrik, dimulai dari busi, apakah memercikan api/ listrik cukup besar, dekatkan ujung bussi kira kira 5 mm dekat body mc, sambil di start, jika kurang atau tidak terjadi percikan, ganti Busi,
  3. Jika tidak terjadi percikan setelah ganti busi, lepaskan busi dari soket busi, 
  4. Jika tidak terjadi percikan, lepaskan soket busi dari kabel output Coil, jika ada percikan artinya Soket yang rusak.
  5. Jika tidak terjadi percikan, lepaskan kabel input coil dan gesekan ke body MC apakah timbul percikan, jika timbul percikan artinya Coil sudah lemah. perlu diganti.
  6. Jika tidak terjadi percikan di ujung kabel Kapasitor perlu di periksa kapasitor , bila perlu ganti kapasitor.
Berikut ini bagan cara mendiagnosa masalah kelistrikan Vespa, dapat dimulai dari mendetesi arus pada elektroda busi, atau sebaliknya dari mulai spool, jika kita yakin spool dan kapasitor baik dapat dimulai dari tengah de memeriksa output  dari capasitor (kabel merah)


Masalah yang pernah terjadi pada Vespa saya Sigeboy karena Coil Sudah lemah, indikator nya seperti diatas. motor cepat panas mudah macet. dan tak bisa lari.

  • Masalah Brebet, kadang nyala kadang tidak, yang perlu di curigai komponen yang rusak adalah, Busi soket busi sudah lemah/ kurang menghantarkan listrik dan jarak platina berubah, cara pemeeriksaan  ditelusuri seperti diatas. Umumnya masalah Brebet, kadang mati dan kadang hidup seperti tersendat sendat dikarenakan sistem kelistrikan bermasalah.
  • Masalah seperti berebet/ hidup kadang mati seperti kehabisan bahan bakar, yang perlu di curigai adalah pasokan bahan bakar terputus karena ada kotoran bensin yang menyumbat. bersihkan karburator
  • Masalah sering mati, dan kepala busi warna Hitam, dapat terjadi karena campuran bahan bakar terlalu kaya, dan jika bahan bakar sudah tepat tetapi masih tetap hitam, hal ini terkadi karena Oli mesin masuk keruang bakar dan mengakibatkan pembakaran tidak sempurna, Oli masuk keruang bakar karena O Ring Seal As Kruk bagian kiri (sisi dekat Coupling ) sudah Aus, itu yang pernah saya alami 2 kali dalam kurun waktu 7 tahun (proses keausan karet oring cukup Lama).
  • Jika motor susah hidup, lihat Jarak kontak platina, Jika nyaris tidak kelihatan bergerak, atau bergerak hanya sedikit sekali, Check bentuk Cam pada Bosh Blower, jika bentuknya sudah bulat nyaris tak terbentuk Cam, harus ganti Cam  Hal ini pernah di alami sendiri, dan ganti Bosh Blower.
  • Indikator Kapasitor sudah lemah dapat dilihat dari bentuk Platina. Jika Posisi kutub bidang kontak positif terdapat gumpalan/ seperti ada yang nongol dan posisi bidang kontak negatif membetuk lubang artinya kapasitas kurang/ kapasitor lemah. ganti kapasitor , Pernah dialami sendiri rentang waktu sangat janrang > 5 tahunan. Jika kejadian sebaliknya kutub posiitif berlubang artinya kelebihan arus, kapasitor berlebih 

  • Motor tidak dapat hidup, periksa Ouput listrik dari kapasitor, jika ada listrik (caranya gesekan terminal ke body Mesin sambil di stater). sambungkan kabel kapasitor ke Coil, dan periksa output dari coil, jika tidak keluar listrik terdapat 2 kemungkinan Coil yang lemah atau terjadi korsleting kabel arus menempel ke body Mesin, Periksa instalasi kabel jika OK (tidak ada korsleting) ganti coil, jika ada korsleting perbaiki dahulu dan check kembali output dari coil.


Demikian semoga bermanfaat share ini.